Setelah sebelumnya saya telah memposting tentang suara dentuman misterius di trenggalek, berikut penjelasan dari para ahli. Sejumlah tenaga ahli geologi (geolog) dari Kementrian Energi dan Sumber daya Mineral, akhirnya diturunkan untuk mempelajari fenomena dentuman disertai getaran yang diduga bersumber dari gempa tektonik berskala rendah di Kabupaten Trenggalek.
Kehadiran para geolog yang disebut bernaung di bawah lembaga/badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi (PVMBG) itu, disampaikan Kabag Humas Pemkab Trenggalek, Yoso Mihardi, Selasa.
"Mereka (tim geologi) kini masih di Kabupaten Ponorogo dan melakukan penelitian pendahuluan di sana," ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek sendiri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah berkirim surat kepada Kepala PVMBG di Bandung dengan tembusan ke Kementrian ESDM agar mengirimkan tim survei ke Trenggalek.
Permintaan itu sebagai tindak lanjut atas hasil kesimpulan sementara yang disampaikan pihak BMKG Tretes sebelumnya, yang menyatakan bahwa fenomena dentuman menggelegar disertai getaran ringan yang dirasakan masyarakat pesisir selatan selama tiga pekan terakhir, bersumber dari gempa darat dengan kedalaman kurang dari 33 kilometer.
Data seismik yang berhasil dikumpulkan tim peneliti BMKG Tretes di sejumlah daerah di Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek inilah yang kini mulai dipelajari oleh sejumlah tenaga ahli geologi dari PVMBG.
"Kami sudah mendapat kepastian dari Kepala PVMBG, Surono, yang mengatakan beberapa ahli geologi mereka saat ini telah berada di Ponorogo dan melakukan penelitian geologi di sana. Setelah di Ponorogo, rencananya tim ini akan langsung menggelar survei lanjutan di Trenggalek," papar Yoso.
Penegasan serupa disampaikan Kabag Humas Pemkab Ponorogo, Didik Setyawan. Kepada ANTARA, ia mengatakan, tim geologi dari PVMBG di Bandung dibantu sejumlah ahli kegempaan dari BMKG Tretes saat ini sudah melakukan penelitian di empat kecamatan yang sebelumnya sempat teridentifikasi suara gemuruh disertai getaran seismik.
"Tapi hasilnya bagaimana kami belum tahu, kami belum terima (laporannya)," ucapnya, menambahkan.
Menurut analisa sementara BMKG Tretes yang telah melakukan penelitian terdahulu, dipastikan suara gemuruh disertai gempa kecil/ringan yang acapkali terdengar dan dirasakan sebagian warga di empat kecamatan di Kabupaten Ponorogo maupun masyarakat pesisir Trenggalek bukanlah aktivitas vulkanik.
Dugaan selanjutnya lebih mengarah pada aktivitas lempeng bumi atau yang biasa disebut dengan gempa tektonik berskala rendah. Meski tidak sepenuhnya menyangkal, analisa ini dimentahkan oleh Kepala PVMBG, Surono.
Menurut dia, fenomena suara dentuman disertai gemuruh dan gempa kecil yang dirasakan sebagian warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek bukanlah akibat pergerakan lempeng bumi (tektonik), melainkan terjadi karena adanya pergerakan tanah lambat.
Menurut catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi (PVMBG) kejadian yang sama pernah terjadi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dan Bandung Utara, Jawa Barat, pada tahun 2010.
"Fenomena itu adalah gesekan antara lapisan tanah dengan kelembapan tinggi karena air hujan dengan lapisan dalam yang kedap air," terang Kepala PVMBG, Surono. Kejadian tersebut biasanya akan selalu terjadi di musim hujan dan akan berhenti dengan sendirinya saat kemarau tiba.
Untuk mempermudah penjelasannya, Surono lalu mencontohkan sebuah meja dengan beban berat di atasnya, apabila ditarik secara tiba-tiba dapat dipastikan akan memunculkan suara yang merupakan hasil pergesekan atara kaki meja dengan lantai. Getaran dengan begitu juga pasti muncul di bagian atas meja sebagai akibat terjadinya gesekan antara kaki meja dengan lantai tersebut.
"Dampak yang mungkin terjadi adalah tanah retak. Kalau longsor kemungkinannya kecil, kecuali daerah tempat kejadiannya memiliki kemiringan yang curam," kata Surono, memberi gambaran.
Bila nanti terjadi retak, Surono menyarankan agar langsung ditutup dengan tanah liat atau lempung kemudian dipadatkan, karena bila retakan tersebut terisi oleh air akan mempercepat terjadinya pergeseran tanah atau biasa disebut tanah longsor

0 comments:
Post a Comment